Positif Berbicara

“Aduh, ini kemanisan…”, “jangan lakukan itu..!”, “bisa ngga sih ?”, “kenapa kamu lakukan itu ?”, dan entah berapa banyak lagi kalimat seperti itu yang biasa kita dengar atau bahkan tanpa disadari kita ucapkan.

Kalimat kalimat itu sepertinya hanya kalimat biasa, kalimat yang hanya sekedar menunjukkan rasa tidak suka atau tidak setuju akan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang lain. Kita menganggap kalimat itu adalah biasa mungkin juga karena sudah terlalu sering kita mendengarnya dari percakapan orang lain yang kebetulan ada di sekitar kita.

Tapi tahukah bahwa kalimat tersebut adalah kalimat negatif ? Kalimat berbahaya yang dapat mempengaruhi sifat orang yang mendengarkannya.Kenapa disebut kalimat negatif ? Karena kalimat negatif itu menyatakan ketidakmampuan sesorang dalam melakukan suatu hal, cenderung bernada menyalahkan, pernyataan yang tidak akan memberikan reaksi positif atasnya.

Dan jika seseorang kerap mendengar kalimat negatif secara berulang-ulang, otak akan merekam dan akan secara tidak sadar akan membisikkan kepada diri orang tersebut bahwa dirinya tidak mampu, dirinya tidaklah pantas atau dirinya akan selalu salah jika melakukannya.

So, lebih baik mengatakan “kamu bisa melakukannya dengan cara ini”, daripada “kamu bisa ngga sih ?!!”, “mungkin kamu bisa membantu saya untuk (kegiatan lain)”, daripada “jangan lakukan itu !!”, “komposisinya sudah pas, hanya gulanya sedikit lebih” daripada ” gimana sih buatnya !!, ini kemanisan !”.

Jadi perlu diketahui, bahwa orang lain akan mengalami pengalaman emosionil terhadap pesan yang kita sampaikan. Pesan tersebut bisa dari yang kita tulis, kita ucapkan ataupun dari bahasa tubuh kita. 

Pikirkan kualitas dan arti dari pesan yang hendak disampaikan pada orang lain. Bagaimana Anda ingin orang lain menerima pesan tersebut ? Situasi emosionil seperti apa yang Anda libatkan dalam pesan tersebut ? Dan pesan positif apa yang ada dalam pesan tersebut, supaya kalimat yang terucap bisa menjadi kalimat yang membangun.

Mengerti Bahasa Cinta

Lima bahasa cinta yang ditulis oleh DR. Garry Chapman dalam bukunya ” The 5 Love Languages”, adalah berisi penjelasan mengenai 5 bahasa cinta antara pasangan yang kadang tidak dimengerti.

Pertama, Words of Affirmation. Yang bisa berarti Kalimat Penegasan atau Pengakuan. Dalam tulisannya dijelaskan “actions doesn’t always speak louder than words.” (Tindakan tidak selalu menyuarakan lebih tegas dari kalimat). (lebih…)

Tamiya, bukan sekedar Mainan

Anda masih ingat dengan pemainan mobil yang harus dirakit terlebih dahulu dan dengan sepasang baterai anda bisa berlomba di jalur khusus untuk balap itu ?

Ya benar, Tamiya. Ternyata mainan ini sudah tidak lagi hanya sekedar permainan, malahan sudah menjadi hobi. Karena ada beberapa jenis mainan rakit ini yang harganya samapai jutaan dikarenakan barang sudah tidak diproduksi lagi oleh produsennya. Selain itu juga, para penggemar mainan ini suka sekedar membeli tapi tidak merakitnya, hanya untuk koleksi. (lebih…)

Iya apa Tidak

Ragu mau ngomongin soal mimpi. Tapi keknya seru juga sih. Iseng iseng siapa tau nambah pembaca. Haha…

Ruangannya tidak terlalu besar, hanya cukup untuk 1 kursi disitu. Bukan berarti ruangannya yang kecil, sampai tidak cukup untuk 2 kursi. Tapi karena ruangan itu penuh dengan alat alat. Tau alat apaan. Tapi sekilas itu seperti ruang kontrol.

Bambang, ya itu namanya.

(lebih…)

(Katanya) Reuni

Hai guys, dah lama nda nulis. Nulis ngga karuan, apa aja ditulis. Macam nda punya kerjaan. Kali ini mo nulis soal respect other. Gile, keren abis bahasanya ya? Ngga juga? Bodo amat lah. In bahasa, Hormati Orang Lain.

(lebih…)

Mungkin Saya Belum Mengerti

“Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat.”

Itu adalah pengertian dari mimpi menurut ensiklopesia bebas. Dulu saya pernah mimpi bertemu bapak. Ya, beberapa hari setelah meninggalnya. Tidak ada perkataan diantara kita. Beliau ada didalam sebuah taman, dan pagar taman itu yang menjadi batas antar kami berdua. Tanpa pembicaraan apa apa, hanya senyuman yang saling kami lemparkan, telah memberikan kejelasan yang sangat jernih akan apa yang dipikirkan. Dan saya tahu saya tidak bisa memeluknya saat ia tunjukan langit diatas taman itu.

(lebih…)

Habis Hujan

Saya juga bukan orang yang sempurna.
Semua hasil yang didapat adalah yang terbaik dari semua kekurangan. Ketidak puasan akan hasil itu menjadi kekuatan.
Semua orang bisa mencoba, berusaha. Kepuasan adalah targetnya.
Heh, memang manusia bisa menjadi puas ?

Terus berusaha.
Pengalaman yang terjadi memang guru yang baik. Seperti isi buku teori di sekolah. Ada yang pasti, ada yang tidak. Semua ada rumusnya. Kembali kepada kita, logika mana yang mau dipakai.
Lantas kenapa menghakimi fisiknya bukan pikirannya ?

Usia memang tidak ada yang tahu.
Bukan manusia namanya jika tidak berpikir. Jahat sekalipun. Tubuh bisa hilang, hancur menjadi tanah. Tapi, pikiran tetap. Walaupun sebagian, tapi hidup. Mungkin tidak pada anda.
Kebenaran hanya dimiliki sang waktu. (EGS)