Beranda »

(Katanya) Reuni

putihtua arsip :

putihtua status :

  • 11,282 hit

Masukkan email untuk mengetahui update melalui email.

Hai guys, dah lama nda nulis. Nulis ngga karuan, apa aja ditulis. Macam nda punya kerjaan. Kali ini mo nulis soal respect other. Gile, keren abis bahasanya ya? Ngga juga? Bodo amat lah. In bahasa, Hormati Orang Lain.

Keinget waktu kapan, saya lupa, momen nya sih waktu reunian. Emang sih cuman jadi orang yang nganterin ke reunian. Sampai ditempat, tuan rumah menyambut dengan hangat. Makanan kecil n minuman ditawarkan, ya layaknya menyambut tamu. Satu persatu peserta reunian yang lain pun datang. Salam kenal dengan yang lain, n acara pun berjalan.

Obrolan ngalor ngidul, rencana sana sini, sperti biasa acara reunian lah. Beberapa kawan baru saya itu pun mengajak ngobrol, bicara basa basi yang sperti biasa saya tidak suka. Dan rupanya jawaban saya yang agak pakai tanda seru itu mulai menghentikan obrolan basa basi itu. Thanks God.

Dah cape semua ngobrol, malam makin malam, eh larut, semua mengatakan harus pulang karna ditunggu suami, istri, anak, bla bla bla….cut the crap lah, singkat kata pamitan. Sok jadi gentlemen, saya berdiri dari duduk saya, karena tamu wanita sudah beranjak dari duduknya. Salam salaman, cipika cipiki, heboh sana sini, hadehh biasa lah pamitannya para wanita. Tiba saatnya saya bersalaman dengan mereka semua. N you know what guys? Darah tuh berasa naik sampe ubun ubun, saat lu nyodorin tangan buat salaman, n lu dicuekin. Cuma melengos aja. Busyett dahhh….

Mimpi apa semalam yak, sampe ngalamin hal sperti itu. Abis kata dah pokoknya. Cuma bisa garuk garuk kepala aja. Bingung, saya kan manusia juga. Boro boro ada masalah sama sampeyan, kenal sama sampeyan aja baru saat itu. Memang sampeyan sopo? Jadi emosi saya.

Memang, kejadian ini tidak saya critakan sama yang bersangkutan, maksudnya orang yang saya anterin ke reunian itu. Saya nda mau merusak mood dia. Tapi untuk saat ini, saya mau berbagi cerita pada semua yang membaca ini, bahwa hidup ini cuma sekali, kita sama sama manusia, masih makan, minum, tidur, buang air, galau, sakit, mules, pusing, bla bla bla… So, cobalah untuk selalu menghormati orang lain, walupun itu hal sepele, hal yang remeh. Anda tidak akan tahu berapa besar harganya itu. Karena mungkin orang lain tidak melihat, atau tidak mengetahui apa yang telah anda perbuat, tapi ada sepasang mata yang selalu melihat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: