Beranda »

Positif Berbicara

putihtua arsip :

putihtua status :

  • 11,282 hit

Masukkan email untuk mengetahui update melalui email.

“Aduh, ini kemanisan…”, “jangan lakukan itu..!”, “bisa ngga sih ?”, “kenapa kamu lakukan itu ?”, dan entah berapa banyak lagi kalimat seperti itu yang biasa kita dengar atau bahkan tanpa disadari kita ucapkan.

Kalimat kalimat itu sepertinya hanya kalimat biasa, kalimat yang hanya sekedar menunjukkan rasa tidak suka atau tidak setuju akan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang lain. Kita menganggap kalimat itu adalah biasa mungkin juga karena sudah terlalu sering kita mendengarnya dari percakapan orang lain yang kebetulan ada di sekitar kita.

Tapi tahukah bahwa kalimat tersebut adalah kalimat negatif ? Kalimat berbahaya yang dapat mempengaruhi sifat orang yang mendengarkannya.Kenapa disebut kalimat negatif ? Karena kalimat negatif itu menyatakan ketidakmampuan sesorang dalam melakukan suatu hal, cenderung bernada menyalahkan, pernyataan yang tidak akan memberikan reaksi positif atasnya.

Dan jika seseorang kerap mendengar kalimat negatif secara berulang-ulang, otak akan merekam dan akan secara tidak sadar akan membisikkan kepada diri orang tersebut bahwa dirinya tidak mampu, dirinya tidaklah pantas atau dirinya akan selalu salah jika melakukannya.

So, lebih baik mengatakan “kamu bisa melakukannya dengan cara ini”, daripada “kamu bisa ngga sih ?!!”, “mungkin kamu bisa membantu saya untuk (kegiatan lain)”, daripada “jangan lakukan itu !!”, “komposisinya sudah pas, hanya gulanya sedikit lebih” daripada ” gimana sih buatnya !!, ini kemanisan !”.

Jadi perlu diketahui, bahwa orang lain akan mengalami pengalaman emosionil terhadap pesan yang kita sampaikan. Pesan tersebut bisa dari yang kita tulis, kita ucapkan ataupun dari bahasa tubuh kita. 

Pikirkan kualitas dan arti dari pesan yang hendak disampaikan pada orang lain. Bagaimana Anda ingin orang lain menerima pesan tersebut ? Situasi emosionil seperti apa yang Anda libatkan dalam pesan tersebut ? Dan pesan positif apa yang ada dalam pesan tersebut, supaya kalimat yang terucap bisa menjadi kalimat yang membangun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: